Minggu, 22 Juli 2012

Candi Bentar dan Candi Kurung

Bagi kawan kawan yang sering maen ke pulau Bali akan sering menjumpai bangunan ini, ya namanya adalah Candi Bentar.


Candi bentar ( dalam istilah hindu dinamai apit lawang ) adalah sebuah pintu /gapura berbentuk dua bangunan serupa yang letaknya berdampingan disisi kanan dan kiri.
Candi Bentar ini adalah merupakan peninggalan dari Zaman Majapahit.
Candi Bentar banyak ditemukan di daerah Bali dan Lombok tetapi di daerah jawa sebagai basicnya kerajaan Majapahit juga masih banyak ditemukan walaupun karakterristik dari Candi Bentar ini berbeda dengan yang ada di Bali.

Di Bali candi ini melambangkan dua unsur yang berbeda yang ada dimuka bumi ini yang harus selalu ada untuk mengisi satu dengan yang lainnya ( Rwa Bhineda ), adanya laki laki dan perempuan, siang dan malam, kebaikan dan keburukan.
Candi Bentar ini biasanya letaknya di bagian luar dari sebuah bangunan Pura atau Puri yang ada di Bali.
Candi ini menjadi bagian pemisah antara kawasan jaba / Nista mandala( sisi luar ) dengan jero/ Madya mandala  ( sisi dalam ).

 Candi Kurung ( Kori Agung ).


Candi ini bentuknya hampir sama dengan Candi Bentar, yang membuat berbeda adalah kalau di Candi Bentar kedua ujung dari pintu itu tidak bertemu ,sedangkan di Candi Kurung kedua ujungnya bertemu membentuk sebuah krucut yang menyimbulkan sebagai sebuah puncak gunung yang diyakini adalah sebagai tempat yang paling suci oleh umat Hindu.

Kori dalam bahasa Bali berarti Pintu dan Agung berarti yang paling utama.
Jadi Kori Agung dimaknai sebagai pintu utama untuk mencapai keharmonisan hidup.
Kori Agung sendiri biasanya terletak di halaman yang menghubungkan antara Madya mandala ( halaman tengah ) dengan Utamaning Mandala ( halaman utama )

Kedua candi ini dalam konsep pembangunan sebuah Pura di Bali akan selalu ada. Filosofinya adalah setiap umat yang memasuki kawasan pura hendaknya bisa memisahkan pikirin mereka dari hal hal yang berbau negatif makanya mereka melewati candi bentar. Setelah itu sebelum memasuki halaman utama untuk bersembahyang mereka harus menyatukan pikiran mereka hanya ke hadapan Tuhan makanya mereka melewati Kori Agung.

Info ini saya sampaikan untuk memperkenalkan Kebudayaan kami yang ada di Bali sehingga nantinya teman teman atau rekan rekan sekalian yang ingin mengunjungi Bali telah memiliki bekal pengetahuan walaupun cuman sedikit.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar