Kamis, 19 Juli 2012

Puri Agung Karangasem

Puri Agung Karangasem di Bali mungkin adalah salah satu dari tempat indah di Indonesia yang tidak akan pernah dikunjungi jika tidak karena seorang teman yang berbaik hati mengajak ke sana. Adalah kenyataan hidup bahwa banyak orang bisa dengan mudah berkelana ke tempat-tempat yang sangat jauh, tetapi belum banyak mengenali kecantikan dan keindahan tanah kelahirannya sendiri selama bertahun-tahun, karena suatu alasan atau karena tidak punya satu alasan untuk pergi ke sana.


Orang memang sering memerlukan alasan untuk mengunjungi suatu tempat, tidak perduli jaraknya, dan tidak penting siapa kah yang menciptakan dan bagaimana alasan itu dibuat atau muncul. Meskipun telah hidup dan tinggal di Jakarta selama lebih dari 20 tahun, namun banyak tempat di kota ini masih perawan buat saya hingga hari ini. Dan setelah hidup di dunia ini selama lebih dari setengah abad, mungkin kurang dari 1% diantara ribuan tempat indah dan eksotis di seputar negeri ini yang baru dikunjungi. Banyak dari tempat itu akan tetap perawan buat saya, apakah karena tidak cukup waktu atau tidak menemukan cukup alasan atau peluang untuk pergi ke sana.

Puri Agung Karangasem dibangun oleh Anak Agung Gede Jelantik, yang adalah penguasa pertama Kerajaan Karangasem, pada abad ke-19. Puri Agung Karangasem yang indah ini terletak di jantung kota Amlapura, atau sekitar 78km dari kota Denpasar, Bali.

Foto di atas adalah sebuah jembatan anggun yang dibuat untuk menghubungkan dua bagian depan istana Puri Agung Karangasem yang bernama Bencingah, dan Balai Gili atau bangunan terapung yang berada di tengah sebuah kolam besar. Kolam ini adalah merupakan bagian dari Taman Istana Puri Agung Karangasem, yang disebut Jaba Tengah.

Bencingah, bagian depan istana Puri Agung Karangasem, adalah tempat dimana pertunjukan kesenian tradisional biasanya ditampilkan.

Hal yang paling mudah namun masih cukup menantang bagi mereka yang mewarisi tempat agung yang bersejarah seperti halnya Puri Agung Karangasem ini adalah bagaimana menjaga dan memelihara agar warisan ini tetap hidup, dan relevan sepanjang masa. Membuat warisan ini menjadi lebih agung lagi, lebih dihargai dan lebih relevan, tentu merupakan hal yang lebih luhur untuk menghormati nenek moyang, karena hidup bergerak ke depan, tidak berhenti di tempat dan lalu tinggal menjadi cerita tentang sisa-sisa kejayaan masa lalu.

Lokasi
Jl. Sultan Agung, Amlapura, Kabupaten Karangasem

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar