Cerita legenda; petikan cerita panji, yang sering dipentaskan dalam drama
Bali. Cupak dan Grantang nama dua orang laki-laki bersaudara yang kelakuannya
sangat berbeda. I Cupak berwajah buruk, bersifat angkuh, rakus dan penipu.
Sedangkan I Grantang, wajah mukanya sangat tampan, elok dan kelakuannya pun
jujur dan sopan santun. I Grantang dengan mempertaruhkan .jiwanya, berhasil
merebut I Raden Dewi dari tangan seorang raksasa Benaru, tetapi haknya ini
dirampas oleh kakaknya, I Cupak, yang ingin mengawini I Raden Dewi dengan
mudah. Cerita mi diakhiri dengan keunggulan I Grantang.
Tampilkan postingan dengan label Cerita Rakyat dari Bali. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Rakyat dari Bali. Tampilkan semua postingan
Kamis, 05 Juli 2012
Selasa, 03 Juli 2012
Kebo Iwa
Pada jaman dahulu, di Bali, hiduplah sepasang suami istri yang sangat kaya
raya. Akan tetapi mereka belum dikaruniani anak. Untuk itu, pergilah mereka ke
pura untuk sembahyang dan memohon kepada Yang Maha Kuasa agar dikaruniani
seorang anak. Mereka melalukan sembahyang setiap hari tanpa hentinya.
Senin, 18 Juni 2012
Pan Balang Tamak
Cerita Pan Balang Tamak merupakan cerita yang sedikit berbau jenaka
dan mengandung nilai-nilai luhur dalam pergaulan hidup di Bali
mengenai tatanan masyarakat sebagai makhluk social.
I Siap Selem
Dikisahkan “ siap selem” kemalaman dan menginap di rumah ‘men kuuk’.
Dengan sangat senang Men Kuuk memberikan tumpangan, karena Men Kuuk sudah
mempersiapkan sebuah cara agar dapat menangkap
“siap selem” untuk dimakan. Siap
Selem tidak begitu saja percaya dengan ‘men kuuk’, ia tetap waspada agar dia
dan anak-anaknya selamat dari cengkraman ‘men kuuk’.
Jumat, 15 Juni 2012
Pepaka Manusia Jahat
Ada sebuah ceritra yang menceritrakan
kejahatan seorang manusia, yang bernama Pepaka. Ia adalah seorang yang
loba tamak, jahat dari kecil. Tidak pernah berbuat yang baik. Pada suatu
ketika ia pergi berburu, samai sore ia tidak menemui binatang buruan.
Ia melihat seekor gajah besar,seraya segera menghujani dengan panah.
Panahnya bertubi tubi mengenai si gajah,lalu dengan cepat gajah itu lari
untuk menghindar. Si Pepaka tak mau kehilangan mangsanya dan segera
mengejar nya. Hampir saja dapat ditangkapnya, Lidahnya sudah menjulur
keluar, larinya lesu sempoyongan. Nafasnya ngosngosan, untung ia bertemu
dengan si macan. Ia amat marah lalu berkata,” apa sebab kamu lari
ketakutan?” Sang Gajah menjawab,”Hampir saya mati dihujani panah oleh
sipemburu.
Burung Cangak Mati karena Loba
Ada sebuah kolam yang indah,airnya jernih. Ikannya
berwarna-warni,berkeliran dalam air. Ada yang yang berteduh di bawah
daun tunjung (padma) biru yang bunganya sedang mekar. Pinggirnya amat
mempesona,yang ditumbuhi bermacam bunga .Baunya semerbak mewangi.
Kumbangnya beterbangan mengisap adu. Ada juga tumbuhan yang sedang
berbuah dengan lebatnya.Bangsa burung banyak yang betengger didahannya,
bersuara kegirangan. Seperti orang berkumpul untuk belajar mencari ilmu.
Lubdaka
Om Swastyastu,
Lubdaka adalah seorang kepala keluarga
hidup di suatu desa menghidupi keluarganya dengan berburu binatang di
hutan. Hasil buruannya sebagian ditukar dengan barang-barang kebutuhan
keluarga, sebagian lagi dimakan untuk menghidupi keluarganya. Dia sangat
rajin bekerja, dia juga cukup ahli sehingga tidak heran bila dia selalu
pulang membawa banyak hasil buruan.
Langganan:
Postingan (Atom)






